Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa dari Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Papua (UNIPA) di Kampung Bremi, Distrik Manokwari Utara, Papua Barat, berhasil memberikan dampak positif bagi masyarakat tani setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan petani melalui penerapan budidaya pertanian berkelanjutan yang memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Kampung Bremi mayoritas dihuni oleh petani yang mengandalkan hasil pertanian musiman. Namun, produktivitas pertanian di kampung ini masih rendah akibat minimnya pengetahuan teknis dalam budidaya tanaman dan ketergantungan pada input eksternal yang sulit dijangkau dan mahal. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2014, petani di Indonesia, termasuk di Kampung Bremi, masih menghadapi kesulitan dalam akses pasar dan keterbatasan teknologi pertanian. Meskipun ada perbaikan kesejahteraan petani pada tahun 2025 secara nasional, tantangan di tingkat lokal tetap nyata.

kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan masyarakat dalam setiap tahap, serta transfer teknologi tepat guna yang sesuai dengan kondisi lokal. Kegiatan ini juga mengedepankan penggunaan demplot atau lahan percontohan untuk praktik langsung petani.
Kegiatan diawali dengan survei awal untuk mengidentifikasi kondisi tanah dan kebutuhan petani. Berdasarkan hasil analisis tanah yang dilakukan di Kampung Bremi, diketahui bahwa tanah di daerah tersebut cenderung masam dengan tingkat kesuburan yang rendah hingga sedang, serta kandungan unsur hara yang kurang optimal. Oleh karena itu, dilakukan pengapuran (penggunaan dolomit) untuk menurunkan kemasaman tanah dan penambahan pupuk organik untuk meningkatkan kandungan bahan organik.
Setelah itu, dilakukan sosialisasi dan pelatihan bagi petani mengenai teknik budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Petani juga dilibatkan dalam pembuatan pupuk kompos dari bahan lokal sebagai solusi pengganti pupuk kimia. Dengan menggunakan bahan organik seperti limbah sayuran dan kotoran ternak, petani dapat menghasilkan pupuk yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini memberikan dampak positif baik secara teknis, sosial, maupun lingkungan. Secara teknis, penerapan teknik budidaya baru di lahan demplot menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tanaman tumbuh lebih baik dengan daun yang lebih hijau dan batang yang kokoh. Produktivitas lahan pun meningkat berkat penggunaan pupuk organik yang terbuat dari sumber daya lokal.
Dari sisi sosial, kegiatan ini berhasil memperkuat kelembagaan kelompok tani. Partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan meningkat, dan kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan semakin tumbuh. Petani kini lebih percaya diri untuk mengelola usaha tani mereka secara mandiri, tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal.
Dampak lingkungan juga terlihat positif, dengan berkurangnya ketergantungan pada pupuk kimia, yang berpotensi mencemari tanah dan air. Penggunaan pupuk organik membantu memperbaiki kualitas tanah dan mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian di Kampung Bremi.

Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai rencana. Keberhasilan program ini terlihat dari peningkatan hasil tanaman di lahan demplot, berkurangnya penggunaan pupuk kimia, dan meningkatnya partisipasi aktif dari kelompok tani.
Untuk memastikan keberlanjutan, kelompok tani di Kampung Bremi akan melanjutkan kegiatan budidaya berkelanjutan secara mandiri. Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Papua akan terus berperan sebagai mitra dalam pemantauan dan evaluasi. Program ini juga berpotensi direplikasi di desa lain dengan kondisi serupa, sehingga dampaknya dapat meluas ke wilayah pedesaan lainnya di Papua.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berhasil memberikan kontribusi signifikan dalam pemberdayaan petani di Kampung Bremi, Distrik Manokwari Utara. Melalui pendekatan berbasis sumber daya lokal, petani tidak hanya memperoleh keterampilan baru dalam budidaya pertanian, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Program ini menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
