Sebanyak enam mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah Universitas Negeri Papua (UNIPA) tengah menjalankan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang mengangkat tema pengelolaan limbah organik melalui pembuatan pupuk kompos. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah ke dalam kehidupan nyata, khususnya di bidang pertanian dan pengelolaan lingkungan. PKL ini berlangsung selama satu semester dengan target pembuatan pupuk kompos yang akan diselesaikan dalam waktu tiga minggu.

Dalam upaya membuat pupuk kompos, mahasiswa memanfaatkan dua jenis limbah utama, yakni limbah sayuran dan kotoran ternak kambing. Limbah sayuran didapatkan dengan cara mengumpulkan sisa-sisa sayuran yang dibuang di Pasar Wosi. Sementara itu, kotoran ternak kambing diperoleh dari kandang percobaan yang terletak di Fakultas Peternakan UNIPA. Limbah-limbah ini dipilih karena kaya akan bahan organik yang sangat baik untuk proses pembuatan kompos.
Pengolahan limbah dimulai dengan pencacahan limbah sayuran menjadi ukuran yang lebih kecil agar mempercepat proses dekomposisi. Selanjutnya, kotoran ternak dicampurkan dengan limbah sayuran sesuai dengan takaran yang tepat agar dapat menghasilkan kompos yang berkualitas. Proses pencampuran dan pengolahan ini dilakukan di greenhouse Fakultas Pertanian UNIPA, yang telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk kegiatan tersebut. Di greenhouse ini, mahasiswa memantau suhu, kelembapan, dan aerasi untuk memastikan bahan-bahan limbah dapat terurai dengan baik menjadi kompos yang kaya akan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.Selain pencacahan dan pencampuran, mahasiswa juga melakukan pemantauan terhadap proses fermentasi yang berlangsung selama beberapa minggu. Pupuk kompos yang dihasilkan diharapkan dapat mengandung unsur-unsur hara yang cukup, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, yang sangat berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Kegiatan PKL ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam pembuatan pupuk kompos yang dapat diimplementasikan langsung di masyarakat. Dengan melibatkan mahasiswa dalam pengelolaan limbah organik, diharapkan mereka dapat memperoleh keterampilan teknis yang berguna, baik untuk keperluan pribadi maupun dalam konteks pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian.

Pembuatan pupuk kompos dari limbah organik ini juga memiliki manfaat yang besar bagi lingkungan. Salah satu masalah besar yang dihadapi masyarakat saat ini adalah pengelolaan sampah organik yang tidak efisien. Dengan mengubah limbah menjadi pupuk yang berguna, tidak hanya mengurangi sampah di lingkungan, tetapi juga memberikan solusi berkelanjutan bagi para petani dalam memperoleh pupuk yang ramah lingkungan dan terjangkau. (editor 2026)



